Sejak kapan air laut berkata bersih
Jikalau kau bersyahdu suci tanpa tiada arti
Apalah artinya rasa
Jika itu semua kembali pada selera
Butiran pasir di pesisir pantai sudah mulai memadati
Tiupan angin mengartikan tiada sunyi tanpa suci
Begitu juga dengan raut-pirut hantaman ombak yang keras
Memenuhi keindahan alam tiada batas
Hanya sebatas kemauan yang panas,
Hingga akhirnya hangus dan terbakar
Seperti itu lah lautan suci
Penuh piranti yang tak pernah teliti
Dan api terus menggeruguti
Hembusan angin selalu mengikuti
Setiap langkah bagaikan misteri
Yang bercampur kain belati
Antara hati kini beradu suci
Cukuplah egoissentris selalu berdiri
Saingan sesungguhnya adalah siri kita sendiri
Berlari mencari singgahan untuk berlabuh
Melabuhkan jiwa yang mulai merapuh
Sambil menghirup aroma darah yang kian melemah
Meraba wajah yang tak lagi berbentuk
Langkah itu percepatkan waktu hingga detik kian memburu
Tak kutemui lagi singgahan yang benar membantu
Menghapus asa yang siap membuntu
Hanya lamunan.
Lamunan mimpi
Mengerti segala harapan hati
Merangkai janji dalam angan tinggi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Code Parser
×