Malam sepi tanpa angin
Helaian nafas tak mungkin
Akar bibir selalu ingin
Selambu sayang tiada yakin
Malam dingin
Ketemu kepingin
Jalanan yang kering
Halangan dinding jadi batu angin
Malam dingin
yang ku kuingin
Sepi dauran angin
Getarkan dimalam dingin
Bibirmu di bawah pasukan
Nafasmu tak ada hembusan
Kau ungkapkan sebuah perjalanan
Tak kan kau jenjang
Sebelum ku mengunjang
Maaf, IBU...!!!
Ibu
Kau adalah bidadari
Tak pernah henti
Tuk selalu berarti
Ibu
Kau adalah tempat duka lidah
Saat tempuran lidah memfitnah
Tapi kau tak pernah keluhresah
Ibu
Kau adalah tempat kubersyahdu
Tak pernah kau kata rusuh
Tapi kau selalu menjagaku
Terima kasih ibu
Aku sangat merindukanmu
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
Code Parser
×